Sintesis Komposit Epoksi-Rockwool-Clay Sebagai Material Penahan Panas

No image available for this title
Untuk mendapatkan material komposit dengan sifat penahan panas maka perlu ditambahkan filler yang memiliki titik leleh atau ketaanan termal yang tinggi. Rockwool dikenal sebagai meterial penahan panas yang baik dan clay dengna bentuk nano mampu menjadi penguat komposit yang baik dengan sedikit penambahan. Komposit epoksi-rockwool-clay (E-R-C) dibuat dengna metode hand lay-up dengan memvariasikan penambahan rockwool (10 phr) dan clay (1:3:5 phr) sebagai material filler dalam matriks polimer epoksi. Komposit dikarakterisasi dengna Thermogravimetic Analysis (TGA) dan Konduktometer untuk mengetahui perubahan pada sifat termal komposit. Ultimate Tensile Machine (UTM), Impact Test Charpy dan Optical Microscope (OM) digunakan untuk mengetahui perubahan pada sifat mekanik komposit. Hasil TGA menunjukkan penambahan rockwool dan clay mampu menaikkan ketahanan panas komposit. Konduktivitas panas secara umum naik dengan penambahan filler, namun terjadi penurunan pada komposit E-R10-C1 dan E-R1-C5 pr. asil UTM menunjukkan penurunan untuk komposit E-R-C dengan penurunan paling kecil pada sampel clay 3 pr. Sedangkan hasil uji impak menunjukkan perubahan morfologi pada komposit E-R-C.
Informasi Detil
Judul Seri -
No. Panggil 37/2019/THE
Penerbit : Jakarta.,
Deskripsi Fisik Xii, 44 hlm. : ill. ; 28 cm
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN -
Klasifikasi NONE
Edisi 2018
Subyek Epoksi
rockwool
clay
sifat termal
sifat mekanik
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.