Analisis Kinerja Sensor Suhu dan Tekanan dengan Menggunakan Wahana Balon

Image of Analisis Kinerja Sensor Suhu dan Tekanan dengan Menggunakan Wahana Balon
The Observation of the atmosphere can be done in various ways, one of them by using the balloon rides. This study aims to analyze the performance of temperature and pressure systems developed by LAPAN. Analysis is done by comparing the data generated by the system with reference data that is observation data generated from vaisala instrument by using RMSE, MBE, and correlation coefficient. RMSE values for temperature-data are 11.01 and 13.22, while for MBE values of 7.43 and 10.24, these values show considerable differences between temperature data generated by systems developed with reference data. These results indicate the performance of the temperature system is less good, so it needs to do further research to know it. The RMSE and MBE values for pressure data are 1.21 and 0.41 on the balloon flight at 06:00 WIB, it indicates that the pressure data generated by the system is close to the reference data. The correlation coefficient obtained, the data produced by system, both the temperature and pressure is 0,9. This indicates that the resulting data system with reference data has a strong correlation. Keywords : temperature, pressure, vertical profile, RMSE and MBE
Pengamatan atmosfer dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan wahana balon. Penelitian ini bertujuon untuk menganalisis kinerja sistem suhu dan tekanan yang dikembangkan oleh LAPAN. Analisis dilakukan dengan membandingkan data yang dihasilkan oleh sistem tersebut dengan data acuan yaltu data observasi yang dihasilkan dari instrumen vaisala dengan menggunakan metode RMSE, MBE, don koefisien korelasi. Niloi RMSE untuk data suhu adalah 11,01 dan 13,22, sedangkan untuk nilai MBE sebesar 7,43 dan 10,24, nilai tersebut memperlihatkan perbedaan yang cukup besar antara data suhu yang dihasilkan oleh sistem yang dikembangkan dengan data acuan. Hasil tersebut menunjukkan kinerja sistem suhu kurang balk, sehingga perlu dilakukan penelitian selanjutnya untuk mengetahui hal tersebut. Sedangkan nilai RMSE dan MBE untuk data tekanan masing-masing adalah sebesar 1,21 don 0,41 pada penerbangan balon pukul 06:00 WIB, hal tersebut menunjukkan bahwa data tekanan yang dihasilkan sistem mendekati data acuan. Bila dilihat dan koefisien korelasi yang diperoleh oleh sistem, data yang dihasilkan baik data suhu maupun tekanan didapat koefesien korelasi sebesar 0,9. Hal ini mengindikasikan data yang dihasilkan sistem dengan data acuan memiliki korelasi yang kuat.
Informasi Detil
Judul Seri Dinamika Dan Teknologi Atmosfer Benua Maritim Indonesia
No. Panggil -
Penerbit CV.Media Akselerasi : Bandung.,
Deskripsi Fisik Hal. 59-71
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 978-602-6465-16-0
Klasifikasi makalah dalam Bunga Rampai
Edisi Cet.Pertama, 2017
Subyek Temperature
Pressure
vertical profile
RMSE & MBE
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Dinamika Dan Teknologi Atmosfer Benua Maritim IndonesiaCet.Pertama, 2017id
Spektrum Bilangan Gelombang Gravitas Atmosfer dalam Domain Vertikal (Deskripsi Model dan Observasi)Cet.Pertama, 2017id
Perbedaan Suhu arat-Laut antara Musim Hujan dan Kemarau di Pulau Jawa Berbasis ConformalCubic Atmospheric ModelCet.Pertama, 2017id
Analisis Korelasi Angin Zonal-Meridional Luaran CCAM-NWP dan Data EAR Perketinggian di Kototabang-Sumatera BaratCet.Pertama, 2017id
Karakteristik Temperatur Virtual pada Kejadian Hujan di KototabangCet.Pertama, 2017id
Variasi Diurnal Curah Huajn Berbasis GSMaP di Jawa dan BaliCet.Pertama, 2017id
Analisis Deteksi Hujan Berbasis Jaringan Radar X-Band di Bandung dan sekitarnyaCet.Pertama, 2017id
Analisis Regresi Linier Sederhana dan Uji Korelasi Curah Hujan terhadap Penyinaran Matahari Tahunan di Kota Bandung dan sekitarnyaCet.Pertama, 2017id
Perkembangan “Terkini” Indeks SST Nino 3,4, DMI, dan Monsun dan Prospek Musim Hujan 2017/2018 di Pulau JawaCet.Pertama, 2017id
Pengaruh Komponen Meteorologi terhadap Pergerakan Aerosoldi Kota Bandung berdasarkan Data NCEP/NCAR dan Hysplit-4 Backward Trajectory ModelCet.Pertama, 2017id
Analisis Hidrologi Karakteristik Curah Hujan di Kabupaten Sambas untuk Potensi Pembangunan WadukCet.Pertama, 2017id
Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketersediaan Air di Cathment Area Waduk Jatigede Berbasis Estimasi Satelit dan ModelCet.Pertama, 2017id
Simulasi Pengaruh Kebakaran Hutan Terhadap Konsentrasi Pencemar Udara menggunakan Model WRF-Chem: studi September 2015 dan 2016 di IndonesiaCet.Pertama, 2017id
Estimasi Albedo Permukaan dengan Metode Reflektan Minimum Untuk Penurunan Aerosol Optical Depth dari Satelit Himawari-8Cet.Pertama, 2017id
Analisis Karbon Hitam dan Karbon Monoksida di Kalimantan Sumatera dan JawaCet.Pertama, 2017id
Perkiraan Kenaikan Suhu Permukaan di Indonesia bila CO2 mengalami Kenaikan 2 kali lipat berdasarkan Model Atmosfer SederhanaCet.Pertama, 2017id
Analisis Temporal dan Spasial serta Karakteristik Lokasi Suspended Particulate matter (SPM) di Jawa dan BaliCet.Pertama, 2017id
Analisis Kualitas Udara dan Hubungannya dengan Deposisi Basah di SemarangCet.Pertama, 2017id
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.