Kejadian Osilasi Madden-Julian (MJO) Fase Aktif Saat Monsun Musim Dingin Asia Serta Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan

Image of Kejadian Osilasi Madden-Julian (MJO) Fase Aktif Saat Monsun Musim Dingin Asia Serta Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan
Indonesia Maritime Continent is an archipelago which affected by many atmospheric phenomena, include MJO and Monsoon. Interaction of both phenomena simultaneously, particularly MJO active phase in Asian Winter Monsoon or in December-January-February (DJF), assumed would bring an increasing of rainfall especially in Western Part of Indonesia. Therefore, it is necessary to conduct a research related to the impact of MJO to rainfall especially in Western Part of Indonesia. This study aims to observe the impact of MJO active phase on the rainfall variability in Western Part Indonesia, particularly Kototabang. The result shows that, from ten MJO active phase events in period DJF 2002/03 — DJF 2012/13, the existence of propagation is clear through phase 3, 4, and 5 with the highest increase in phase 3 (before the convective cloud reaches the Western Part of Indonesia). This study can be concluded that the Monsoon dominantly affected the rainfall variability in Western Part of Indonesia rather than MJO. Moreover, the MJO phenomenon affects the south area rather than the north and the Equator. In other word, MJO active phase phenomenon in Asian Winter Monsoon increases the rainfall. Specifically in MJO active phase DJF 2012/13 period, there is a good correlation (73.54%) among the local zonal wind and the atmospheric phenomenon (MJO and Monsoon) in the moment
Benua Maritim Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang dipengaruhi berbagai fenomena atmosfer, di antaranya MJO dan Monsun. Kejadian kedua fenomena secara simultan terutama MJO fase aktif saat Monsun Musim Dingin Asia (Desember-Januari-Februari/DJF) diduga dapat mengakibatkan puncak musim hujan yang cukup signifikan terutama kawasan barat Indonesia. Oleh karenanya, penelitian mengenai dampak MJO fase aktif terutama di kawasan Barat Indonesia perlu dilakukan. Studi ini terfokus pada menganalisis pengaruh MJO fase aktif di periode DJF di kawasan barat Indonesia. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 10 kejadian MJO fase aktif periode DJF 2002/03 —DJF 2012/13, MJO fase aktif secara keseluruhan meningkatkan curah hujan di fase 3 (sebelum memasuki kawasan barat Indonesia), kemudian terus menurun di fase 4 (kawasan barat Indonesia) serta fase 5 (setelah melewati kawasan barat Indonesia) dengan presipitasi terlihat lebih dominan di wilayah selatan. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena Monsun terlihat dominan mempengaruhi keadaan curah hujan di Indonesia dibandingkan fenomena MJO. Sedangkan fenomena MJO, di mana awan konvektif terbentuk di Samudera Hindia, lebih mempengaruhi wilayah selatan dibandingkan wilayah utara dan wilayah ekuator. Secara khusus untuk kejadian MJO fase aktif pada periode DJF 2012/13 di wilayah Kototabang, terlihat adanya keterkaitan antara kondisi angin zonal dengan fenomena MJO dan Monsun yang ditunjukkan dengan hasil koefisien korelasi 73,54%.
Informasi Detil
Judul Seri Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional
No. Panggil -
Penerbit PSTA LAPAN : Bandung.,
Deskripsi Fisik Hal. 226-235
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 976-602-6465-05-4
Klasifikasi makalah prosiding
Edisi 2016
Subyek MJO
Rainfall
Asian winter monsoon
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional2016id
Metode Estimasi Konsentrasi Gas Rumah Kaca Waktu Lampau (Paleoklimatologi)2016id
Skema Parameterisasi Kumulus Untuk Prediksi Hujan di Wilayah Bandar lampung2016id
Analisis Dinamika Atmosfer dan Lautan Bulan Januari-Februari 2016 di PAdang2016id
Pengolahan Data Atmosfer level SDR dari Sensor ATMS dan Cris pada Satelit S-NPP2016id
Estimasi Konsentrasi SO2 Ambien Dengan Aerosol Optical Depth (AOD)2016id
Pengolahan Data NOAA-19 untuk Menghasilkan Data Water Vapor Mixing Ratio Dengan Menggunakan Software IAPP2016id
Analisis Kondisi Vertical Windshear terhadap Pergerakan Mesoscale Convective Complex di Laut Jawa Saat Desember 20142016id
Anomali Curah Hujan Bulanan Di BMI Selama Fenomena El Nino 2015/2016 Pada Musim Basah2016id
Basis Data Atmosfer Dengan Model Multidimensional2016id
Analisis Pola Spatio-Temporal dan Komparasi Hasil Dowscaling CCAM (Conformal Cubic Atmospheric Model) Untuk Parameter Curah Hujan 3 Jam-an2016id
Pemodelan Hujan Wilayah di Pulau Jawa2016id
Analisis Kejadian Puting Beliung di Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya Menggunakan Citra Radar Cuaca dan Model WRF-ARW (Studi kasus tanggal 4 Februari 2016)2016id
Analisis Spasial dan Temporal Sambaran Petir CG di Wilayah Bali Tahun 2009-20152016id
Hubungan Angin Lokal Ekuatorial dan Angin Lokal Lintang Menengah Dengan Sirkulasi Skala Makro2016id
Tingkat Kerentanan Sistem Pertanian Skala Lokal Akibat Perubahan Iklim (Studi Kasus : Kabupaten Kerawang)2016id
Pengaruh Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Pada Parameter Meteorologi di Stasiun Meteorologi 745 Kemayoran2016id
Hubungan Kejadian Simultan El Nino Dan Indian Ocean (IOD) Terhadap Variasi Serta Estimasi Suhu Virtual2016id
Interkomparasi Teknik Estimasi Curah Hujan2016id
Variasi Spasial dan Temporal Ketebalan Optik Aerosol di Indonesia Dari SNPP/VIIRS2016id
Profil Vertikal Asam Nitrat (HNO3) di Stratosfer Indonesia Berbasis Satelit2016id
Sensitivitas Model WRF terhadap Perbedaan Batas Atas Tekanan Model2016id
Korelasi Ketebalan Awan dan Konsentrasi Aerosol Pada Berbagai Kejadian Hujan Berdasarkan Perhitungan Model Kore-Feingold (KF)2016id
Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 Untuk Analisis Kejadian Hujan Sangat Lebat di Kabupaten Nabire Papua Tengah2016id
Variabilitas Divergensi Fluks Radiasi di Indonesia2016id
Penelusuran Debit Banjir Berdasar Analisis Curah Hujan Rencana (studi kasus: Das Komering Hulu, Danau Ranau-Bendung Perjaya)2016id
Potensi Long-Range Transport Polutan Udara Dari Cekungan Bandung2016id
Identifikasi Sumber Polutan Berdasarkan Trayektori Massa Udara di Semarang2016id
Pengamatan Wahana Angkasa Beresolusi Tinggi Terhadap Klimatologi Petir di Benua Maritim2016id
Lampiran Berkas
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.