Variabilitas Divergensi Fluks Radiasi di Indonesia

Image of Variabilitas Divergensi Fluks Radiasi di Indonesia
Storage and transfer of energy in the atmosphere-ocean system has an important role in determining the average climate and the evolution of climate anomalies. The divergence of radiation flux is a value that can show how much energy is saved or lost as the difference between the net flux at top of atmosphere (TOA) and on the surface. Radiation data in this study were obtained from satellite instruments Aqua-CERES (the Clouds and the Earth's Radiant Energy System), with a spatial resolution of 10x10 and temporal resolution of the data on average a month, from January 2003 to June 2015. The average value of spatial determined based on monthly, seasonal and annual variability to indicate the divergence within the scope of the study areas of Indonesia (15°N-15°S and 90°E-150°E). In this study analyzed the tendency of heating or cooling, especially in the area of Indonesia based on the variability of its divergence of radiation flux. Fluctuations divergence that occurred more influenced by the value of the divergence of long waves. Thus, absorption or release of radiative energy by long wave radiation in the atmosphere is the determinant offluctuations in the availability of radiative energy that is the implication of their divergences. LW radiation flux divergence showed a significant increasing trend. With linear regression, it can be shown that the divergence of long waves has increased 0.001 W / m2 per month, or 0.012 W / m2 annually
Penyimpanan dan transfer energi dalam sistem atmosfer-lautan memiliki peranan penting dalam menentukan iklim rata-rata dan evolusi anomali iklim. Divergensi fluks radiasi adalah nilai yang dapat menunjukkan berapa besar energi yang tersimpan atau yang hilang yang merupakan selisih antara fluks netto di top of atmosphere (TOA) dan di permukaan. Data radiasi dalam penelitian ini diperoleh dari instrumen satelit Aqua-CERES (The Clouds and the Earth's Radiant Energy System), dengan resolusi spasial 1°x1°, dan resolusi temporal data rata-rata bulan, dan Januari 2003 sampai dengan Juni 2015. Nilai rata-rata spasial ditentukan berdasarkan bulanan, musiman dan tahunan untuk menunjukkan variabilitas divergensinya dalam ruang lingkup daerah kajian Indonesia (15°LU-15°LS dan 90°BT-150°BT). Dalam penelitian ini dianalisis kecenderungan pemanasan atau pendinginan khususnya di wilayah Indonesia berdasarkan variabilitas divergensi fluks radiasi-nya. Fluktuasi divergensi yang terjadi lebih dipengaruhi oleh nilai divergensi gelombang panjang. Dengan demikian, penyerapan atau pelepasan energi radiatif oleh radiasi gelombang panjang di atmosfer merupakan penentu dan fluktuasi ketersediaan energi radiatif yang merupakan implikasi dan adanya divergensi. Divergensi fluks .radiasi LW menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Dengan regresi Tinier, dapat ditunjukkan bahwa divergensi gelombang panjang mengalami peningkatan 0,001 W/m2 setiap bulannya, atau 0,012 W/m2 setiap tahunnya
Informasi Detil
Judul Seri Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional
No. Panggil -
Penerbit PSTA LAPAN : Bandung.,
Deskripsi Fisik Hal.205-216
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 976-602-6465-05-4
Klasifikasi makalah prosiding
Edisi 2016
Subyek CERES
radiation
divergence
TOA
surface
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional2016id
Metode Estimasi Konsentrasi Gas Rumah Kaca Waktu Lampau (Paleoklimatologi)2016id
Skema Parameterisasi Kumulus Untuk Prediksi Hujan di Wilayah Bandar lampung2016id
Analisis Dinamika Atmosfer dan Lautan Bulan Januari-Februari 2016 di PAdang2016id
Pengolahan Data Atmosfer level SDR dari Sensor ATMS dan Cris pada Satelit S-NPP2016id
Estimasi Konsentrasi SO2 Ambien Dengan Aerosol Optical Depth (AOD)2016id
Pengolahan Data NOAA-19 untuk Menghasilkan Data Water Vapor Mixing Ratio Dengan Menggunakan Software IAPP2016id
Analisis Kondisi Vertical Windshear terhadap Pergerakan Mesoscale Convective Complex di Laut Jawa Saat Desember 20142016id
Anomali Curah Hujan Bulanan Di BMI Selama Fenomena El Nino 2015/2016 Pada Musim Basah2016id
Basis Data Atmosfer Dengan Model Multidimensional2016id
Analisis Pola Spatio-Temporal dan Komparasi Hasil Dowscaling CCAM (Conformal Cubic Atmospheric Model) Untuk Parameter Curah Hujan 3 Jam-an2016id
Pemodelan Hujan Wilayah di Pulau Jawa2016id
Analisis Kejadian Puting Beliung di Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya Menggunakan Citra Radar Cuaca dan Model WRF-ARW (Studi kasus tanggal 4 Februari 2016)2016id
Analisis Spasial dan Temporal Sambaran Petir CG di Wilayah Bali Tahun 2009-20152016id
Hubungan Angin Lokal Ekuatorial dan Angin Lokal Lintang Menengah Dengan Sirkulasi Skala Makro2016id
Tingkat Kerentanan Sistem Pertanian Skala Lokal Akibat Perubahan Iklim (Studi Kasus : Kabupaten Kerawang)2016id
Pengaruh Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Pada Parameter Meteorologi di Stasiun Meteorologi 745 Kemayoran2016id
Hubungan Kejadian Simultan El Nino Dan Indian Ocean (IOD) Terhadap Variasi Serta Estimasi Suhu Virtual2016id
Interkomparasi Teknik Estimasi Curah Hujan2016id
Variasi Spasial dan Temporal Ketebalan Optik Aerosol di Indonesia Dari SNPP/VIIRS2016id
Profil Vertikal Asam Nitrat (HNO3) di Stratosfer Indonesia Berbasis Satelit2016id
Sensitivitas Model WRF terhadap Perbedaan Batas Atas Tekanan Model2016id
Korelasi Ketebalan Awan dan Konsentrasi Aerosol Pada Berbagai Kejadian Hujan Berdasarkan Perhitungan Model Kore-Feingold (KF)2016id
Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 Untuk Analisis Kejadian Hujan Sangat Lebat di Kabupaten Nabire Papua Tengah2016id
Penelusuran Debit Banjir Berdasar Analisis Curah Hujan Rencana (studi kasus: Das Komering Hulu, Danau Ranau-Bendung Perjaya)2016id
Kejadian Osilasi Madden-Julian (MJO) Fase Aktif Saat Monsun Musim Dingin Asia Serta Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan2016id
Potensi Long-Range Transport Polutan Udara Dari Cekungan Bandung2016id
Identifikasi Sumber Polutan Berdasarkan Trayektori Massa Udara di Semarang2016id
Pengamatan Wahana Angkasa Beresolusi Tinggi Terhadap Klimatologi Petir di Benua Maritim2016id
Lampiran Berkas
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.