Profil Vertikal Asam Nitrat (HNO3) di Stratosfer Indonesia Berbasis Satelit

Image of Profil Vertikal Asam Nitrat (HNO3) di Stratosfer Indonesia Berbasis Satelit
This research studied the vertical profile of nitric acid (HNO3) in the stratosphere, the pattern of relationship with nitrous oxide (N20), and the effect on ozone in Indonesia using data from sensors measuring the Microwave Limb Sounder (MLS) AURA satellite for the years 2005-2014. The results showed the highest concentration of HNO3 at an altitude of about 25-30 km to 5 ppbv in June-July-August. Scatter plot HNO3:N20 and HNO3:03 showed a pattern consistent inverse relationship and that are influenced by altitude. It also reinforced the correlation coefficient HNO3:N20 and I-INO3:03 varying by elevation. At 21 km, HNO3:N20 negatively correlated with a correlation coefficient of 0.9, while HNO3:03 were positively correlated with a correlation coefficient of 0.84. At 26 kin shows the same correlation with a correlation coefficient of 0.94 for H7V03:N20 and only 0.54 for HNO3:03. At 32 km both showed a negative correlation with the respective value of about 0.8.
Keywords : vertical profile, nitric acid, ozone, MLS, A URA.
Penelitian ini mempelajari mengenai profil vertikal asam nitrat (HNO3) di stratosfer, pola hubungannya dengan nitrous oxide (N20), serta pengaruhnya terhadap ozon di Indonesia menggunakan data hasil pengukuran sensor Microwave Limb Sounder (MLS) satelit AURA untuk tahun 2005-2014. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi HNO3 tertinggi pada ketinggian sekitar 25-30 km mencapai 5 ppbv pada bulan Juni-Juli-Agustus. Scatter plot HNO3:N20 dan HNO3:03 menunjukkan pola hubungan berkebalikan maupun sejalan yang dipengaruhi oleh ketinggian. Hal ini juga diperkuat dengan nilai koefisien korelasi HNO3:N20 dan HNO3:03 yang bervariasi pada beberapa ketinggian. Pada 21 km, HNO3:N20 berkorelasi negatif dengan nilai koefisien korelasi 0,9 sedangkan HNO3:03 berkorelasi positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,84. Pada 26 km menunjukkan korelasi yang sama dengan nilai koefisien korelasi 0,94 untuk HNO3:N20 dan hanya 0,54 untuk HNO3:03. Pada 32 km keduanya menunjukkan korelasi negatif dengan nilai masing-masing sekitar 0,8.
Kata Kunci
profil vertikal, asam nitrat, ozon, MLS, AURA
1. PENDAI1ULUAN Asam nitrat (IINT03) merupakan komponen utama dan total nitrogen reaktif yang biasa ditulis NO (NOy = NO„ + produk oksidasi, NO„ = NO + NO2) yang berperan dalam reaksi katalisis penguraian ozon, sehingga HNO3 terlibat secara langsung dalam mengontrol konsentrasi ozon di stratosfer. 1.23,4 Pembentukan HNO3 diperkirakan menjadi jalur yang mengurangi konsentrasi NO dan NO2 di stratosfer sehingga berdampak pada reaksi kimia yang melibatkan NOx dalam proses penguraian ozon.' •5 Di wilayah kutub, terbentuknya HNO3 di awan-awan stratosfer menyebabkan proses denitrifikasi di stratosfer bawah akibatnya terjadi aktivasi spesies klorin yang menyebabkan terjadinya spring time ozone hole.' HNO3 adalah reservoir yang juga merupakan jalur sink untuk senyawa NOx baik di troposfer maupun stratosfer dan menjadi komponen yang dapat dipelajari untuk memahami proses kimia yang terjadi di atmosfer. 6• HNO3 terbentuk dari reaksi antara NO2 dan OH dan terurai terutama akibat proses fotolisis dan reaksi dengan radikal OH." Waktu hidup
Informasi Detil
Judul Seri Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional
No. Panggil -
Penerbit PSTA LAPAN : Bandung.,
Deskripsi Fisik Hal. 171-178
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 976-602-6465-05-4
Klasifikasi makalah prosiding
Edisi 2016
Subyek ozone
MLS
Aura
vertical profile
nitric acid
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional2016id
Metode Estimasi Konsentrasi Gas Rumah Kaca Waktu Lampau (Paleoklimatologi)2016id
Skema Parameterisasi Kumulus Untuk Prediksi Hujan di Wilayah Bandar lampung2016id
Analisis Dinamika Atmosfer dan Lautan Bulan Januari-Februari 2016 di PAdang2016id
Pengolahan Data Atmosfer level SDR dari Sensor ATMS dan Cris pada Satelit S-NPP2016id
Estimasi Konsentrasi SO2 Ambien Dengan Aerosol Optical Depth (AOD)2016id
Pengolahan Data NOAA-19 untuk Menghasilkan Data Water Vapor Mixing Ratio Dengan Menggunakan Software IAPP2016id
Analisis Kondisi Vertical Windshear terhadap Pergerakan Mesoscale Convective Complex di Laut Jawa Saat Desember 20142016id
Anomali Curah Hujan Bulanan Di BMI Selama Fenomena El Nino 2015/2016 Pada Musim Basah2016id
Basis Data Atmosfer Dengan Model Multidimensional2016id
Analisis Pola Spatio-Temporal dan Komparasi Hasil Dowscaling CCAM (Conformal Cubic Atmospheric Model) Untuk Parameter Curah Hujan 3 Jam-an2016id
Pemodelan Hujan Wilayah di Pulau Jawa2016id
Analisis Kejadian Puting Beliung di Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya Menggunakan Citra Radar Cuaca dan Model WRF-ARW (Studi kasus tanggal 4 Februari 2016)2016id
Analisis Spasial dan Temporal Sambaran Petir CG di Wilayah Bali Tahun 2009-20152016id
Hubungan Angin Lokal Ekuatorial dan Angin Lokal Lintang Menengah Dengan Sirkulasi Skala Makro2016id
Tingkat Kerentanan Sistem Pertanian Skala Lokal Akibat Perubahan Iklim (Studi Kasus : Kabupaten Kerawang)2016id
Pengaruh Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Pada Parameter Meteorologi di Stasiun Meteorologi 745 Kemayoran2016id
Hubungan Kejadian Simultan El Nino Dan Indian Ocean (IOD) Terhadap Variasi Serta Estimasi Suhu Virtual2016id
Interkomparasi Teknik Estimasi Curah Hujan2016id
Variasi Spasial dan Temporal Ketebalan Optik Aerosol di Indonesia Dari SNPP/VIIRS2016id
Sensitivitas Model WRF terhadap Perbedaan Batas Atas Tekanan Model2016id
Korelasi Ketebalan Awan dan Konsentrasi Aerosol Pada Berbagai Kejadian Hujan Berdasarkan Perhitungan Model Kore-Feingold (KF)2016id
Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 Untuk Analisis Kejadian Hujan Sangat Lebat di Kabupaten Nabire Papua Tengah2016id
Variabilitas Divergensi Fluks Radiasi di Indonesia2016id
Penelusuran Debit Banjir Berdasar Analisis Curah Hujan Rencana (studi kasus: Das Komering Hulu, Danau Ranau-Bendung Perjaya)2016id
Kejadian Osilasi Madden-Julian (MJO) Fase Aktif Saat Monsun Musim Dingin Asia Serta Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan2016id
Potensi Long-Range Transport Polutan Udara Dari Cekungan Bandung2016id
Identifikasi Sumber Polutan Berdasarkan Trayektori Massa Udara di Semarang2016id
Pengamatan Wahana Angkasa Beresolusi Tinggi Terhadap Klimatologi Petir di Benua Maritim2016id
Lampiran Berkas
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.