Interkomparasi Teknik Estimasi Curah Hujan

Image of Interkomparasi Teknik Estimasi Curah Hujan
Indonesian society 's needs information on potential hydrometeorological disasters is increasing, because of that, the development of rainfall estimation techniques becomes an important matter because it relates to the impact of disaster risk reduction. This is due to the high temporal and spatial variability of rainfall itself Several methods have been developed over the years is AE, CST, CSTM, IMSRA, Relation Non Linear and Non Linear Inversion. The purpose of this study was to determine the rainfall estimation method with the highest accuracy to be applied in case of heavy rain in Palangka Raya (Central Kalimantan) and surrounding areas. Central Kalimantan has the area of cloud cover fairly intensive throughout the year serve as the location study of the comparative test of rainfall estimation techniques based Himawari-8 channels of data IR1 (11pm). First step in this research is determine the location of the study based on the intensity of rain during January 2016 (Central Kalimantan) and the determination of the date of research then convert the top cloud temperature becomes precipitation using AE, CST, CSTM, IMSRA, Relation Non Linear and Inversion Non Linear methods. Then perform spatial analysis of data estimation based on data GSMaP. Based on the analysis we found that the lowest accuracy occurs when daylight and in general the best estimation method is a method of non-linear inversion to heavy rain with intensity and IMSRA for rain with mild to moderate intensity. Keywords : estimation, rainfall, satellite, Central of Kalimantan
Kebutuhan masyarakat Indonesia akan informasi potensi bencana hidrometeorologis saat ini semakin meningkat, terkait dengan hal tersebut pengembangan teknik estimasi curah hujan menjadi suatu hal yang penting karena berhubungan dengan pengurangan dampak resiko bencana. Hal ini karena tingginya variabilitas temporal dan spasial dari curah hujan itu sendiri. Beberapa metode yang telah dikembangkan selama ini adalah AE, CST, CSTm, IMSRA, Relasi Non Linear dan Inversi Non Linear. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode estimasi curah hujan dengan akurasi tertinggi untuk diterapkan dalam lcasus hujan lebat di Palangka Raya (Kalimantan Tengah) dan selcitarnya. Wilayah Kalimantan Tengah memiliki daerah tutupan awan yang cukup intensif uji kompara sepanjang tahun dijadikan sebagai lokasi kajiantimasii d curate hudjeariberbasis data I-Iimawari-8 kanal IR 1 (11µm). Lingicah dalam teknik estimasi in penentuan lokasi kajian berdasarkan intensitas hujan selama bulan Januari 2016 (Kalimantan Tengah) dan penentuan tanggal kajian kemudian mengkonversi data suhu puncak awan menjadi curah hujan dengan metode AE, CST, CSTm, IMSRA, Relasi Non Linear dan Inversi Non Linear. Kemudian melalculcan analisis spasial data basil estimasi berdasarlcan data Gsmap Berdasarkan basil analysis didapatkan bahwa akurasi terendah tetjadi ketika siang hari dan sec ara umum metode estimasi terbaik adalah metode rovers
nonlinear untuk hujan dengan intensitas lebat dan IMSRA untuk hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Informasi Detil
Judul Seri Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional
No. Panggil -
Penerbit PSTA LAPAN : Bandung.,
Deskripsi Fisik Hal. 151-162
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 976-602-6465-05-4
Klasifikasi makalah prosiding
Edisi 2016
Subyek Rainfall
Satellite
estimation
central of Kalimantan
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional2016id
Metode Estimasi Konsentrasi Gas Rumah Kaca Waktu Lampau (Paleoklimatologi)2016id
Skema Parameterisasi Kumulus Untuk Prediksi Hujan di Wilayah Bandar lampung2016id
Analisis Dinamika Atmosfer dan Lautan Bulan Januari-Februari 2016 di PAdang2016id
Pengolahan Data Atmosfer level SDR dari Sensor ATMS dan Cris pada Satelit S-NPP2016id
Estimasi Konsentrasi SO2 Ambien Dengan Aerosol Optical Depth (AOD)2016id
Pengolahan Data NOAA-19 untuk Menghasilkan Data Water Vapor Mixing Ratio Dengan Menggunakan Software IAPP2016id
Analisis Kondisi Vertical Windshear terhadap Pergerakan Mesoscale Convective Complex di Laut Jawa Saat Desember 20142016id
Anomali Curah Hujan Bulanan Di BMI Selama Fenomena El Nino 2015/2016 Pada Musim Basah2016id
Basis Data Atmosfer Dengan Model Multidimensional2016id
Analisis Pola Spatio-Temporal dan Komparasi Hasil Dowscaling CCAM (Conformal Cubic Atmospheric Model) Untuk Parameter Curah Hujan 3 Jam-an2016id
Pemodelan Hujan Wilayah di Pulau Jawa2016id
Analisis Kejadian Puting Beliung di Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya Menggunakan Citra Radar Cuaca dan Model WRF-ARW (Studi kasus tanggal 4 Februari 2016)2016id
Analisis Spasial dan Temporal Sambaran Petir CG di Wilayah Bali Tahun 2009-20152016id
Hubungan Angin Lokal Ekuatorial dan Angin Lokal Lintang Menengah Dengan Sirkulasi Skala Makro2016id
Tingkat Kerentanan Sistem Pertanian Skala Lokal Akibat Perubahan Iklim (Studi Kasus : Kabupaten Kerawang)2016id
Pengaruh Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Pada Parameter Meteorologi di Stasiun Meteorologi 745 Kemayoran2016id
Hubungan Kejadian Simultan El Nino Dan Indian Ocean (IOD) Terhadap Variasi Serta Estimasi Suhu Virtual2016id
Variasi Spasial dan Temporal Ketebalan Optik Aerosol di Indonesia Dari SNPP/VIIRS2016id
Profil Vertikal Asam Nitrat (HNO3) di Stratosfer Indonesia Berbasis Satelit2016id
Sensitivitas Model WRF terhadap Perbedaan Batas Atas Tekanan Model2016id
Korelasi Ketebalan Awan dan Konsentrasi Aerosol Pada Berbagai Kejadian Hujan Berdasarkan Perhitungan Model Kore-Feingold (KF)2016id
Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 Untuk Analisis Kejadian Hujan Sangat Lebat di Kabupaten Nabire Papua Tengah2016id
Variabilitas Divergensi Fluks Radiasi di Indonesia2016id
Penelusuran Debit Banjir Berdasar Analisis Curah Hujan Rencana (studi kasus: Das Komering Hulu, Danau Ranau-Bendung Perjaya)2016id
Kejadian Osilasi Madden-Julian (MJO) Fase Aktif Saat Monsun Musim Dingin Asia Serta Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan2016id
Potensi Long-Range Transport Polutan Udara Dari Cekungan Bandung2016id
Identifikasi Sumber Polutan Berdasarkan Trayektori Massa Udara di Semarang2016id
Pengamatan Wahana Angkasa Beresolusi Tinggi Terhadap Klimatologi Petir di Benua Maritim2016id
Lampiran Berkas
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.