Analisis Kondisi Vertical Windshear terhadap Pergerakan Mesoscale Convective Complex di Laut Jawa Saat Desember 2014

Image of Analisis Kondisi Vertical Windshear terhadap Pergerakan Mesoscale Convective Complex di Laut Jawa Saat Desember 2014
Mesoscale Convective Complex (MCC) is a kind of Mesoscale Convective System that has coverage area over 100,000 km2, which can develop the severe weather and continuous rain. The MCC research in Indonesian Maritime Continent are still fewer than in the subtropics. Previous research generated spatial and temporal map distribution of MCC's events in Indonesian Maritime Continent for 5 years. Several case studies of MCC in Indonesian Maritime Continent regarding aspects of atmospheric dynamics, life time phases and the conditions of precipitation were conducted comprehensive concept of the MCC's movement in the Indonesian Maritime Continent facilitated some meteorologist to predict the areas passed by MCC after it had appeared. Several studies in the subtropical region of MCC stated the movement of MCC is influenced by vertical wind shear conditions. Therefore, the author tried to study the vertical wind shear conditions on the movement of the MCC, with the period of observation of two MCC events in the Java Sea on 10 until 11 December 2014 and 27 until 28 December 2014 using the infrared channels of MTSAT satellite data and reanalysis data of Era Interim ECMWF with resolution 0.125° x 0.125°. After studies, it was concluded that the movement of the MCC during the period of observation in the Java Sea has the same direction as the vertical wind shear vector direction and it moves towards region which the vertical wind shear values is greater than the original territory.
Mesoscale Convective Complex (MCC) merupakan salah satu jenis Mesoscale Convective System dengan luas wilayah lebih dari 100.000 km' yang dapat menghasilkan cuaca buruk dan hujan berkelanjutan. Penelitian MCC di wilayah BMI masih sangat sedikit dibandingkan di wilayah Subtropis. Penelitian sebelumnya telah menghasilkan peta ditribusi spasial dan temporal dan kejadian MCC di BMI selama 5 tahun. Beberapa studi kasus MCC di wilayah BMI mengenai aspek dinamika atmosfer, fase hidup dan kondisi presipitasi pernah dilakukan. Selanjutnya, pemahaman konsep yang baik terhadap pergerakan MCC di wilayah BM! akan memudahkan ahli meteorologi untuk memprakirakan wilayah yang akan dilewati MCC setelah MCC muncul. Beberapa kajian di wilayah Subtropis menyebutkan bahwa pergerakan MCC dipengaruhi oleh kondisi vertical wind shear. Oleh karena itu, penulis disini mencoba untuk mengkaji kondisi vertical wind shear terhadap pergerakan MCC dengan periode pengamatan pada tanggal 10-11 Desember 2014 dan 27-28 Desember 2014 di Laut Jawa menggunakan bantuan data satelit MTSAT kanal inframerah dan data reanalisis Era Interim ECMWF beresolusi 0,125° x 0,125°. Setelah dilakukan kajian, disimpulkan bahwa pergerakan MCC pada studi kasus di Laut Jawa ini mempunyai arah yang 43
Informasi Detil
Judul Seri Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional
No. Panggil -
Penerbit PSTA LAPAN : Bandung.,
Deskripsi Fisik Hal. 43-53
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 976-602-6465-05-4
Klasifikasi makalah prosiding
Edisi 2016
Subyek Satelite
MCC
MCS
vertical windshear
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA) 2016: Kontribusi Sains dan Teknologi Atmosfer serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional2016id
Metode Estimasi Konsentrasi Gas Rumah Kaca Waktu Lampau (Paleoklimatologi)2016id
Skema Parameterisasi Kumulus Untuk Prediksi Hujan di Wilayah Bandar lampung2016id
Analisis Dinamika Atmosfer dan Lautan Bulan Januari-Februari 2016 di PAdang2016id
Pengolahan Data Atmosfer level SDR dari Sensor ATMS dan Cris pada Satelit S-NPP2016id
Estimasi Konsentrasi SO2 Ambien Dengan Aerosol Optical Depth (AOD)2016id
Pengolahan Data NOAA-19 untuk Menghasilkan Data Water Vapor Mixing Ratio Dengan Menggunakan Software IAPP2016id
Anomali Curah Hujan Bulanan Di BMI Selama Fenomena El Nino 2015/2016 Pada Musim Basah2016id
Basis Data Atmosfer Dengan Model Multidimensional2016id
Analisis Pola Spatio-Temporal dan Komparasi Hasil Dowscaling CCAM (Conformal Cubic Atmospheric Model) Untuk Parameter Curah Hujan 3 Jam-an2016id
Pemodelan Hujan Wilayah di Pulau Jawa2016id
Analisis Kejadian Puting Beliung di Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya Menggunakan Citra Radar Cuaca dan Model WRF-ARW (Studi kasus tanggal 4 Februari 2016)2016id
Analisis Spasial dan Temporal Sambaran Petir CG di Wilayah Bali Tahun 2009-20152016id
Hubungan Angin Lokal Ekuatorial dan Angin Lokal Lintang Menengah Dengan Sirkulasi Skala Makro2016id
Tingkat Kerentanan Sistem Pertanian Skala Lokal Akibat Perubahan Iklim (Studi Kasus : Kabupaten Kerawang)2016id
Pengaruh Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Pada Parameter Meteorologi di Stasiun Meteorologi 745 Kemayoran2016id
Hubungan Kejadian Simultan El Nino Dan Indian Ocean (IOD) Terhadap Variasi Serta Estimasi Suhu Virtual2016id
Interkomparasi Teknik Estimasi Curah Hujan2016id
Variasi Spasial dan Temporal Ketebalan Optik Aerosol di Indonesia Dari SNPP/VIIRS2016id
Profil Vertikal Asam Nitrat (HNO3) di Stratosfer Indonesia Berbasis Satelit2016id
Sensitivitas Model WRF terhadap Perbedaan Batas Atas Tekanan Model2016id
Korelasi Ketebalan Awan dan Konsentrasi Aerosol Pada Berbagai Kejadian Hujan Berdasarkan Perhitungan Model Kore-Feingold (KF)2016id
Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 Untuk Analisis Kejadian Hujan Sangat Lebat di Kabupaten Nabire Papua Tengah2016id
Variabilitas Divergensi Fluks Radiasi di Indonesia2016id
Penelusuran Debit Banjir Berdasar Analisis Curah Hujan Rencana (studi kasus: Das Komering Hulu, Danau Ranau-Bendung Perjaya)2016id
Kejadian Osilasi Madden-Julian (MJO) Fase Aktif Saat Monsun Musim Dingin Asia Serta Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan2016id
Potensi Long-Range Transport Polutan Udara Dari Cekungan Bandung2016id
Identifikasi Sumber Polutan Berdasarkan Trayektori Massa Udara di Semarang2016id
Pengamatan Wahana Angkasa Beresolusi Tinggi Terhadap Klimatologi Petir di Benua Maritim2016id
Lampiran Berkas
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.