Korelasi antara Energi Potensial konvektif (CAPE) dan Bilangan Bintik Matahari (Sunspot Number)

Image of Korelasi antara Energi Potensial konvektif (CAPE) dan Bilangan Bintik Matahari (Sunspot Number)
Telah dilakukan analisa data energi potensial konvektif (CAPE) dari beberapa stasiun cuaca di Indonesia yang merupakan hasil perhitungan dari peluncuran radiosonde dan data bilangan bintik matahari (SUNSPOT NUMBER). Dan beberapa stasiun yang dianalisa dan dibandingkan dengan bilangan bintik matahari, maka korelasi antara CAPE setiap stasiun dan bilangan bintik matahari (SUNSPOT NUMBER) temyata berbeda-beda. Ada daerah yang mempunyai kenaikan dengan korelasi positif (r-0.8) namun ada pula daerah dengan korelasi negatif (r--0.9) terhadap bilangan bintik matahari (SUNSPOT NUMBER). Ketidaksamaan ini kumungkinan adalah respon lokal yang berbeda-beda terhadap radiasi. Hal ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengapa setiap daerah mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap radiasi matahari.
Informasi Detil
Judul Seri Sains Atmosfer & Iklim, Sains Antariksa serta Pemanfaatannya
No. Panggil -
Penerbit LAPAN : Jakarta.,
Deskripsi Fisik Hal. 1-8
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 978-979-1458-11-5
Klasifikasi makalah
Edisi 2007
Subyek korelasi
CAPE
bilangan bintik matahari
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Sains Atmosfer & Iklim, Sains Antariksa Serta Pemanfaatannya2007id
Analisis Spektrum Wavelet dalam Mengidentifikasi Terjadinya Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di Atas Kawasan Kototabang dan sekitarnya2007id
Rancang Bangun Perangkat Lunak “Sistem Informasi Pulau Panas” dengan Visual Basic2007id
Identifikasi Tipe Hujan Konvektif dan Stratiform Menggunakan Data Disdrometer2007id
Pelemahan Radiasi Global oleh Udara di Kota Palembang2007id
Penyebaran Polusi Udara dan Kondisi Meteorologinya di Kota Bogor2007id
Pola Penyebaran Polusi Udara dari PLTU Suralaya Pada Musim Kemarau2007id
Emisi SO2 Per Kapita, per GNP dan per Provinsi2007id
Distribusi Total Precipitable Water (TPW), Out Going Long Wave Radiation (OLR) dan Aerosol pada 1996-1999 di Indonesia2007id
Penyebaran Vertikal emisi Sulfur di PLTU Suralaya2007id
Metode Estimasi Latent Heat Flux dari Radiative Bowen Ratio dari Data Satelit Landsat2007id
Analisis Kesesuaian Iklim dan Lahan Untuk Pembangunan HTI Acacia Mangium di Kalimantan Timur2007id
Analisis Unsur Radiative Aerosol Pulau Jawa Tahun 20042007id
Rancangan Sistem Informasi Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan Sektor Pertanian2007id
Keterkaitan Awan Magnetik dengan Aktivitas Matahari dan Geomagnet2007id
Asimetri Hemisfer Utara-Selatan Kejadian Flare Sinar-X untuk Siklus 21-232007id
Pengaruh Lontaran Masa Korona pada Ionosfer2007id
Pengklasteran Anomali Curah Hujan di Indonesia dan Kaitannya dengan Aktivitas Matahari2007id
Studi tentang Karakteristik SC Geomagnet sebagai Upaya Awal Mengembangkan Sistem Deteksi Otomatis Badai Geomagnet2007id
Respon komponen H Biak (2000-2001) saat Badai Geomagnet2007id
Aplikasi Komunikasi Radio HF sebagai Infrastruktur Telekomunikasi Daerah Terpencil2007id
Variasi Lapisan F Ionosfer Indonesia2007id
Pengaruh ENSO pada Curah Hujan di Indonesia Berdasarkan Data TRMM Tahun 1998-20042007id
Lampiran Berkas
Komentar

Pilih Bahasa

Tipe Koleksi Dipublikasikan

Tipe Koleksi Tidak Dipublikasikan.

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.